Senin, 11 Januari 2010

Keyakinan untuk Belajar Dari Kegagalan

Siapa manusia yang tidak pernah merasa gagal, pecundang dan bingung dalam menghadapi kehidupan ?? mungkin hanya Nabi yang mampu sebab telah dibekali dan dituntun melewatinya secara cepat karena faktor KEYAKINAN bahwa Tuhan pasti menolong.
Begitupun dengan kita, KEYAKINAN mutlak 100 persen bahwa Tuhan mampu merubah hidup kita namun ternyata hal itu tidak semudah membalikan telapak tangan. Pasalnya Tuhan ternyata suka memberikan sebuah ujian untuk lebih mempertebal KEYAKINAN itu sendiri, nah.. disitulah terkadang sebagai manusia kita lalai akan ujian tersebut. Komitmen manusia bagi saya lebih mudah diungkapkan lewat mulut daripada diaplikasikan dan itulah yang membuat langkah kita semakin terseok-seok ditengah kebimbangan laju hidup yang kian cepat.
kita boleh bangga dilahirkan oleh orang tua yang boleh dibilang berkecukupan namun secara harfiah kita juga diberi kelemahan, yakni tak mampu fight secara nyata dalam mempertahankan komitmen kita untuk maju sebab selalu berlindung dari kemampuan orang lain, walaupun betul mereka adalah tempat kita bergantung sejak kecil.
Kegagalan demi kegagalan pastilah membuat kita lebih kuat sehingga saran saya, cobalah mencintai kegagalan tersebut dan tanamkanlah sebuah KEYAKINAN untuk mampu belajar dari kegagalan itu sendiri.
katakan dalam diri sekuatnya --- Aku Cinta Kegagalan ---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar